Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Ikan Arsik


Feature
( Ikan Arsik )
          Makana merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa makanan seseorang akan kelaparan, tidak bisa hidup sehat, dan tidak bisa beraktivitas. Makanan khas yang ada dalam sebuah daerah berbeda-beda yang menjadi ciri khas dari daerah itu, kuliner-kuliner yang ada di indonesia pun beragam dan berbeda cara masaknya.
          Salah satu kuliner yang ada di sumatera utara, ikan khas Tapaunuli  adalah ikan Arsik. Ikan ini banyak dijual di rumah makan, yang ada di sumatera utara. Salah satu orang batak yang saya wawancarai samuel, mengatakan bahwa ikan arsik ini bagi orang Batak sangat suka dengan ikan itu.
Ada masakan ikan yang khas Tapanuli, disebut arsik. Ada sedikit perbedaan antara arsik Karo dan Tapanuli. Biasanya arsik Karo lebih kering, sedangkan arsik Tapanuli lebih berkuah dan encer. Jenis bumbunya pun sedikit berbeda. Kebanyakan arsik dibuat dari ikan mas, direbus atau dikukus dalam kuah bumbu kuning.
Ikan Mas yang dimasak secara arsik ini dihidangkan pada acara-acara adat tertentu. Contohnya Pesta pernikahan dan mangadati, rondang bintang, pesta adat kematian dan acara-acara lainnya. Ikan mas arsik ini memiliki makna yang cukup berarti bagi pesta adat sumatera utara karena ikan mas arsik ini merupakan lambang kekayaan dan kebersamaan bagi masyarakat Sumatera Utara.
          Cara masak Ikan arsik tidak terlalu sulit, bahan yang diperlukan tidak terlalu sulit untuk dicari. Ikan ini dibuat dari ikan mas, direbus dalam kuah bumbu kuning. Cara masak dan bahan yang diperlukan tidak jauh beda cara menggulai. Ketika mau memasak ikan ini yang dilakukan, membersihkan ikan, cuci bersih, setelah dicuci ikan dilumuri bumbu yang sudah dihaluskan, pada bagian dalam badan ikan dimasukan kacang panjang atau kecombrang, tempatnya dialasi dengan serai, berturut-turut ikan dimasukkan dalam wajan dan tuang air secukupnya sampai ikan itu terendam, dan tutup wajan hingga ikannya masak.
          Kebiasaan dan ciri khas akan menbuat daerah tersebut banyak diminati, dikenal, yang menjadi sebuah cerita bahkan ole-oleh buat keluarganya bila berkunjung disuatu daerah. Begitu juga dengan sumatera utara banyak makan khas yang terkenal ada Bika Ambon, jeruk medan masih banyak lain. Harga yang dijual pun lumayan mahal yang mendapat keberuntungan bagi sipenjual.

Kamis, 12 Januari 2012

FEATURE TENTANG KULINER


FEATURE TENTANG KULINER

Jika Anda seorang penggemar pecel lele sejati, Anda harus mencoba yang satu ini. Pecel Lele Maharani namanya. Didirikan oleh seseorang yang bernama Mamat sejak Desember 2004 lalu, Pecel Lele Maharani sudah menjadi tempat favorit bagi penyuka pecel lele di Padang, kususnya yang berada sekitar simpang kampus STKIP  PGRI Sumatera Barat.

Jam bukanya mulai dari jam 5 sore hingga jam 12 malam, rasa pecel lelenya yang menggugah selera, disertai lalapan dan sambal terasi, sungguh terasamantap bagi perut yang sedang keroncongan ini kata salah seorang penyuka pecel lele Maharani.

Pecel Lele terletak di Jl. Gajah Mada Gunung Pengilun. Lokasinya yang berada tepi jalan raya membuat orang ramai mengunjunginya. Denganharga hanya Rp 11.000,- satu porsi, Anda sudah dapat menikmati 1 lele goreng, lalapan, sambal terasi dan nasi putih yang lezat. Selain lele goreng Mharani juga menyediakan ayam goreng yang rasannya tidak kalah dengan lele goreng kata karyawan pecel lele Maharani.

Mamat mengatakan semua kerja keras dan letihnya terbayar ketika melihat kepuasan di wajah para pelanggannya setelah kenyang menikmati masakannya. Menurutnya, bisnis makanan bukan hanya untuk mencari untung belaka, namun merupakan kepuasaan hati tersendiri jika melihat orang-orang menikmati hasil masakannya.

 Bukan hanya itu saja, mamat juga memiliki tekat untuk membantu adik-adiknya dan seluruh keluarganya agar bisa hidup sejahtera dan mapan. Pecel lele ini baru memang baru berusia 5 tahun, namun sudah banyak asam garam yang dirasakannya.Tapi  ia terus bersyukur dengan begitu besarnya berkat yang dia peroleh, tidak peduli besar kecilnya, yang penting maju terus dan tidak pernah menyerah.
 Ini membuktikan bahwa berdagang memerlukan usaha dan tekat baja agar bisa berhasil. Semua ini merupakan perjalanan panjang yang harus dilalui bersama, baik pemilik dan sesama karyawan harus selalu bekerja sama untuk membuat Pecel Lele Maharani ini sukses.

GULAI KAMAANG


GULAI KAMAANG
Oleh : Rahmadani Yuningsih / 09080148 / D

Gulai kamaang adalah gulai khas di daerah Tapan tradisi dari nenek moyang dahulunya. Gulai kamaang ini terbuat dari pucuk keladi pilihan, pakis, cabe rawit dan ditambah dengan bumbu-bumbu yang lain penyedap rasa. Gulai ini terasa sangat nikmat dan banyak di minati oleh masyarakat Tapan. Cara pembuatan gulai ini juga sulit bagi orang yang belum ahli membuatnya karna akan biasa mengakibatkan gatal-gatal setelah memakannya.
Gulai kamaang ini sudah ada dari zaman nenek moyang dahulu. Di Tapan gulai kamaang ini merupakan gulai yang dijadikan menu ketika ada acara pernikahan atau sunatan, diantaranya adat Tapan memasak gulai yang khas seperti, cumadak( nangka), gulai daging dengan kentang, gulai jengkol dan gulai kumaang. Diantara gulia-gulai tersebut yang paling banyak diminati oleh masyarakat pada suatu acara  adalah gulai kumaang  karna disamping rasanya yang khas dan nikmat gulai tersebut juga jarang di masak oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan banyak orang tidak tahu dengan cara pembuatannya dan sulit untuk mencari bahannya(pucuk keladi pilihan). Pucuk keladi ini tidak sembarang pucuk keladi yang bisa diambil untuk dimasakan, pucuk keladi yang bisa untuk  dimasakan untuk gulai kama’ang ini adalah pucuk keladi pilihan yang telah biasa diambil oleh orang untuk dimasak sebelumnya jika tidak akan mengakibatkan gatal-gatal.
Yul, Ibu dari  empat orang anak ini mengatakan pengalamannya “ketika itu  saya tinggal di sawah saya memasak gulai kama,ang karna saya melihat pucuk keladi yang begitu bagus dan segar-segar. Setelah masak saya makan dengan keempat anak saya,tidak beberapa lama kemudian itu saya merasa mulut saya gatal-gatal dan begitu juga dengan  keempat anak saya menangis karna tidak tahan menahan gatal-gatal, akhirnya saya membawa mereka ke rumah sakit. Itu dikarenakan saya memasak pucuk keladi yang belum pernah diambil dan dimasak orang lain” ujarnya.
Didaerah lain mungkin tidak ada ditemukan gulai kamaang ini apalagi di daerah perkotaan karena gulai ini adalah gulai khas tradisi daerah tapan. Anehnya, Gulai ini terasa nikmat jika dimasakan dengan kayu bakar kemudian dikeringkan dengan bara-bara kayu tersebut, rasanya lebih khas terasa  jika dibandingkan dimasakan dengan kompor.
Menurut Helmi, ibu dari satu anak ini gulai kamaang sangat nikmat. Ketika saya dipadang dulu saya ingin menikmati gulai tersebut,  namun tidak bisa saya nikmati karena tidak ada orang yang menjualnya bahkan orang banyak yang tidak tahu dengan gulai tersebut.
Kemudian pak Marsan, juga menuturkan “kadang-kadang saya  taragak (ingin) makan gulai kama’ang, ketika saya minta sama istri saya diapun mengatakan susah membuatnya dan bahanyapun sulit dicari, harus dicari pula dulu di pinggir-pinggir sungai. Jadi kalau ada acara pernikahan dikampung kami barulah saya berharap dapat makan gulai tersebut” ujar pak marsan.
Kemudian ibu Mayar (urang tuo) yang dijadikan pemandu dalam memasak ketika ada acara dikampung mengatakan, gulai kamaang memang sangat banyak diminati oleh orang-orang ketika ada acra pernikahan atau acara suntan dikampung kami. Namun akhir-akhir ini gulai tersebut juga jarang dimasak ketika ada acara dikampung kami ini dikarenakan bahannya(pucuk keladi) itu sulit untuk mencarinya dan membutuhkan waktu sehari untuk mencarinya supaya terkumpul banyak dan begitu juga dengan pakisnya.
Gulai yang jarang ditemukan di daerah lain ini sangat khas rasanya dan hanya ada pada daerah-daerah tertentu, tidak semua daerah yang tahu dengan jenis kuliner yang satu ini yaitu gulai kama’ang.

RANDANG LOKAN


RANDANG LOKAN
Oleh : Nila Susanti / 09080144/ D

Randang Lokan adalah makanan khas dari daerah Inderapura dan Air Haji Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Randang Lokan diawali oleh Nenek Moyang pada zaman dahulu, tetapi tahunnya tidak diketahui dengan jelas, sampai sekarang masih menjadi masakan tradisional Inderapura dan Air Haji. Awalnya Randang Lokan hanya ada di Inderapura. Rasa Randang Lokan begitu enak kemudian membuat  daerah Air Haji ingin membuatnya dan rasanyapun lebih enak dari Inderapura. Kemudian Randang Lokan dilestarikan masyarakat Air Haji. Lokan ini adalah sejenis kerang, berpusat di Inderapura,khususnya Muara Sakai. Sebagian besar masyarakat Inderapura mata pencarian mencari lokan dengan menyelam ke air. Sangat disayangkan lokan saat sekarang sudah tidak banyak sperti dulu lagi. Air tawar menysusut, maka akan mudah mendapatkan Lokan tetapi, air naik/ dalam maka Lokan tidak bisa didapatkan/dicari. Tutur sofiyan 35 tahun ketika pulang dari mencari Lokan.
Lokan bisa dimasak cara apa saja, sesuai dengan selera masing-masing, misalnya digoreng, digulai, dan dirandang. Masyarakat Inderapura dan Air Haji lebih suka membuat randang dari pada digoreng atau digulai, maka Randang Lokan ini menjadi makanan khas dua daerah tersebut. Rasanya begitu enak dia juga tahan untuk beberapa hari. Berdasarkan narasumber Bu Ety 40 tahun ketika itu sedang masak Randang Lokan di rumahnya “cara pembuatan randang lokan tidaklah sulit, juga tidak perlu mengeluarkan biaya banyak, tetapi rasanya enak. Bahan yang perlukan hanya kelapa diparut dan diambil santannya, lalu kelapa juga direndang sedikit sampai warnanya coklat dan kering kemudian dihaluskan,cabe merah, bawang merah,garam, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, rempah-rempah, semua dihaluskan dan masuakan ke dalam wajan, semua bahan telah dihaluskan masukan kedalam wajan bersama lokan dinamai dikalio lalu ditutup untuk menghilangkan bau anyir lokan itu, setelah beberapa menit buka tutupnya akan tercium aroma wangi membuat perut terasa lapar. Masukan santan yang telah disediakan, daun jeruk, daun salam, daun serai, daun kunyit, aduk hingga merata tambah penyedap rasa, dan tunggu sampai kering, hingga warnanya berubah menjadi coklat tua”.
Randang Lokan sering dibuat apabila ada tamu jauh datang ke rumah dan kiriman untuk anak yang berada dirantau orang. Selain itu Randang Lokan juga dijual di Lapau Nasi dan kebutuhan sehari-hari. Tradisi seperti ini terus digunakan masyarakat Inderapura dan Air Haji. Randang ini bisa dicampur apa saja, sesuai dengan selera kita tetapi lebih enak dicampur dengan pakis.
Randang Lokan bila dilihat  memang sangat sederhana sekali, tetapi bila dicoba akan ketagihan dan membuat nafsu makan bertambah ingin mencoba lagi. Rang Kayo Alam Sadi mengatakan “Randang Lokan memang enak, karna kekhasan rasanya itu diciptakan sebuah lagu berjudul ‘ Randang Lokan’ dinyanyikan oleh Vivi. Video klipnya bergayakan pakaian adat Minang, sehingga memperlihatkan kekhasan Minang asli”.
Beberapa lirik lagu Randang Lokan diterbitkan tahun 2004 ini adalah “dikalio lamak rasonyo, kok  ka dirandang campua jo paki. Banyak lokan di Indopuro dijua urang ka Aia Haji.  Aia Haji pasa babelok, yo di jambatan belok jalanyo. Randang lokan jikok takicok  salero patah batambuah juo. Muaro sakai aianyo tanang, banyak lokan banyak buayo urang rantau  pulang lah pulang, kok  indak pulang kirim barito. Indopuro di simpang tigo tugu talatak ditangah simpang, randang lokan jikok takicok sadang di rantau taragak pulang”.
Inilah lirik lagu Randang Lokan yang diucapkan oleh Rang Kayo Alam Sadi. VCD albumnya laris terjual di Minang Kabau dan diberikan secara Cuma-cuma kepada orang-orang penting atau pemuka adat di Inderapura. Album ini dijadikan dokumentasi daerah inderapura yang memiliki kekayaan alam seperti lokan.

           

Onde-onde, Si Kenyal Nan Lezat


Onde-onde, Si Kenyal Nan Lezat
Oleh : Dian DestiLestari / 09080356 / D

            Bentuknya kecil bulat dengan tampilan memikat, itulah onde-onde si kenyal nan lezat. Onde-onde tak asing lagi bagi masyarakat Sumatera barat., karena onde-onde merupakan makanan khas dari daerah tersebut.
            Sumiati ( 46 tahun), menuturkan bahwa “ onde-onde ini, proses pembuatannya tidak begitu sulit dan bahan-bahannya pun mudah untuk didapatkan.”  Bahan-bahannya terdiri dari tepung pulut, gula merah, daun pandan, garam, vanili, kelapa parut, serta kapur sirih.
            Proses pembuatan mula-mula masukkan tepung kemudian campurkan air daun pandan serta air kapur sirih yang telah disaring. Air tidak boleh terlalu banyak karena akan susah membentuk adonannya. Setelah diaduk rata, bentuk adonan dan masukkan gula merah yang telah dipotong kecil-kecil kemudian bentuk lagi adonan menjadi bulat. Rebuslah air, setelah mendidih masukkan adonan tadi dan angkatlah kalau sudah mengapung.  Onde-onde yang baru masak tersebut langsung di rendam lagi dalam air beberapa menit. Angkatlah onde-onde tersebut dan lumurilah dengan  parutan kelapa yang sudah dicampur dengan garam dan vanili.
            Witri ( 20 tahun) dan juga Fitri ( 20 tahun) menuturkan bahwa” onde-onde ini sangat mudah untuk mendapatkannya.”  Rasanya yang lezat dan bentuknya yang unik membuat orang terpikat. Bila ramadhan tiba, di setiap sudut pasar akan kita temukan penjual onde-onde.  

SAMBA LADO TANAK JENGKOL


SAMBA LADO TANAK JENGKOL
Oleh : Astri Monika / 09080124/ D
Samba lado tanak merupakan makanan khas orang Minang Kabau. Samba lado tanak jengkol ini sangat disukai oleh masyarakat. Selain membuatnya lebih mudah dan bahan untuk membuatnya tidak terlalu sulit untuk didapatkan. Samba lado tanak jengkol ini sudah lama terkenal sejak nenek moyang orang minang kabau sampai saat sekarang ini. Samba lado tanak jengkol ini merupakan salah satu jenis masakan tadisional orang Minang Kabau.
Menurut Ibuk Ida, beliau salah seorang yang sangat menyukai samba lado tanak jengkol menjadi makanan favoritnya. Ibuk ida sering sekli membuat samba lado tanak jengkol ini. Karna tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat samba lado tanak : jengkol,cabe,bawang , kelapa, sampade, bawang putih. Samba lado tanak sangat disukai oleh keluarga ibuk ida. Melainkan setiap ibuk ida membuat samba lado tanak,tetangga ibuk ida selalu dating ke rumah ibuk ida untuk memintaknya. Dan setiap hari libur buk ida selalu pergi ke tempat rekreasi seperti pantai. Buk Ida selalu membawa nasi dan ibuk ida tidak pernah ketinggalan untuk membawa samba lado tanak  jengkol. Karena enak dan menambah salera makan, apalagi makannya di tepi pantai sambil memandang ombak yang sedang berdebur.
Menurut ibuk tini yang berusia 45 tahun yang menpunyai lapau nasi ampere ampere di daerah Kambang, kabupaten Pesisir Selatan. Ibuk tini sudah lama menjual masakan samba lado tanak jengkol di rumah makan amperanya. Lapau nasi ibuk tini sangat ramai di kunjungi oleh masyarakat kalangan atas dan masyarakat kalangan bawah.
Ibuk tini sudah 10 tahun membukak lapau nasi ampera di daerah Kambang ini. Ibuk tini menjual berbagai masakan tradisional seperti gulai lauk karang, goring ikan teri campur kacang dan salah satunya yaitu samba lado tanak jengkol. Masakan ibuk tini sangat disukai oleh pengunjung dari berbagai daerah. Lapau nasi ampera buk tini bukak dari jam 10 pagi sampai jam 12 malam. Buk tini menpunyai karyawan 5 orang. Buk tini dalam melayani pelanggan sangat ramah dan sopan. Selain masakan samba lado tanak buk tini yang enak, buk tini tidak mengambil untung yang banyak. Buk tini mau berbagi dengan pengujung yang bertanya bagaimana cara membuat samba lado tanak jengkol.
Samba lado tanak jengkol ini merupakan makanan yang khas oleh masyarakat minang kabau, bahkan sekarang sudah terkenal dimana-mana.
Ibuk yanti yang menpunyai lapau nasi ampera di Painan. Samba lado tanak jengkol  sangat disukai oleh masyarakat baik  yang mudah maupun yang tua. Ibuk yanti sudah lama membukak rumah makan ampera di daerah painan ini. Bahkan beliau sering mendapatkan pesanan nasi bungkus  dari kantor-kantor seperti kantor  Bupati dan Kantor Dinas Pendidikan.
Samba lado tanak jengkol buk Yanti berbeda dengan dari masakan orang lain. Ibuk yanti membuat samba lado tanak jengkolnya dikasih badah teri dan telur puyur.itu yang membuatnya bedah dari  masakan yang ada di tempat lain. Kata buk yanti bahan-bahan yang digunakan dalam membuat samba lado tanak jengkol : jengkol, telur puyuh, ikan teri, lado,bawang merah, bawang putih, jahe, kelapa. Cara membuatnya sangat mudah dan masaknya tidak terlalu lama masaknya.
Ibuk yanti sudah lama mengelola masakan tradisional ini. Selain menyediakan samba lado tanak jengkol, ia juga menyediakan masakan tradisional seperti sambah lado hijau, palai bada,goreng campur-campur dan lain-lain.